Desa Penglipuran Bali terpilih sebagai salah satu dari 54 desa dalam program Best Tourism Villages 2023 dari hampir 260 pengajuan.
Pengakuan dari UN Tourism ini menunjukkan bahwa daya tarik Penglipuran lebih dari sekadar jalan desa yang rapi dan rumah tradisional yang fotogenik.
Desa ini mampu memadukan pariwisata dengan pelestarian budaya, lingkungan, dan kehidupan masyarakat setempat.
Karena itu, popularitasnya terus menarik perhatian wisatawan yang mencari pengalaman Bali dengan nuansa yang lebih autentik.
1. Dibangun di Atas Filosofi Tri Hita Karana
Salah satu alasan desa Penglipuran Bali terasa berbeda adalah penerapan filosofi Tri Hita Karana dalam kehidupan masyarakat.
Konsep ini menekankan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
Prinsip tersebut tercermin dalam tata ruang, kehidupan sosial, hingga upaya menjaga lingkungan desa. Dengan begitu, berbagai hal yang terlihat saat berkunjung bukan sekadar elemen untuk menarik wisatawan.
Tata ruang dan tradisi yang dipertahankan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
2. Salah Satu Desa Terbersih di Dunia
Penglipuran dikenal luas karena lingkungan desanya yang bersih dan tertata. Jalan utama yang rapi berpadu dengan rumah tradisional dan pagar bambu yang memiliki bentuk relatif seragam.
Pengelolaan lingkungan juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sehingga kebersihan desa tidak bergantung pada kebutuhan pariwisata semata.
Suasana yang tenang membuat wisatawan dapat berjalan kaki sambil mengamati rumah, halaman, serta aktivitas masyarakat.
Inilah salah satu alasan Penglipuran sering menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin melihat sisi Bali yang berbeda dari kawasan wisata pesisir.
3. Arsitektur Adat yang Seragam dan Terjaga
Desa Penglipuran memiliki wilayah sekitar 112 hektare yang mencakup permukiman, lahan pertanian, dan kawasan hutan bambu.
Tata ruang permukiman mempertahankan konsep tradisional Bali, termasuk keberadaan angkul-angkul sebagai gerbang rumah. Rumah-rumah yang berderet dengan bentuk serupa menciptakan tampilan khas ketika dilihat dari jalan utama.
Keseragaman tersebut bukan berarti seluruh rumah kehilangan fungsi sebagai ruang tinggal.
Sebaliknya, bentuk fisik desa memperlihatkan bagaimana masyarakat tetap mempertahankan tata ruang tradisional di tengah perkembangan pariwisata.
Ingin liburan 5 harian di bali termasuk mengunjungi desa yang indah ini? Anda bisa cek penawaran kami di paket tour 5 hari 4 malam.
4. Hutan Bambu yang Menjadi Bagian dari Ekosistem Desa
Kawasan hutan bambu menjadi bagian penting dari lingkungan Penglipuran. Data Indonesia Travel mencatat sekitar 45 hektare wilayah desa berupa hutan bambu.
Kawasan ini membantu menciptakan suasana sejuk dan menjadi salah satu pemandangan yang banyak dicari wisatawan.
Bambu juga memiliki hubungan dengan kehidupan masyarakat karena digunakan sebagai material bangunan dan berbagai kebutuhan tradisional. Karena itu, hutan bambu memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar latar foto.
5. Kehidupan Adat yang Masih Berjalan, Bukan Sekadar Pertunjukan
Daya tarik Penglipuran semakin kuat karena desa ini masih menjadi tempat tinggal masyarakat yang menjalankan kehidupan adat.
Tradisi, kegiatan keagamaan, dan sistem sosial masyarakat tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Wisatawan datang sebagai pengunjung dan melihat aktivitas tersebut dalam konteks kehidupan desa, bukan sekadar pertunjukan yang dibuat khusus untuk turis. Pendekatan seperti ini membuat kunjungan terasa lebih bermakna.
Pengunjung dapat mengamati arsitektur, mengenal tradisi lokal, mencoba kuliner, dan menjelajahi lingkungan desa sambil memahami bagaimana masyarakat menjaga warisan mereka.
Baca juga: Kenapa Private Trip Lebih Nyaman? Ini 5 Keunggulan Utamanya
6. Lokasi Strategis untuk Digabungkan dengan Destinasi Lain
Penglipuran berada di Kabupaten Bangli dan dapat dimasukkan ke dalam itinerary bersama beberapa destinasi lain di kawasan Bali bagian tengah dan timur.
Lokasinya juga memungkinkan wisatawan menggabungkan kunjungan dengan perjalanan menuju kawasan Kintamani.
Bagi wisatawan yang ingin menghemat waktu perjalanan, kombinasi seperti ini membuat satu hari tur terasa lebih efisien.
Tira Tour juga menyertakan Desa Penglipuran dalam pilihan paket wisata Bali tertentu, termasuk perjalanan untuk keluarga dan private group.
Popularitas Desa Penglipuran bukan muncul karena satu daya tarik saja. Pengakuan internasional, tata ruang tradisional, lingkungan yang terjaga, hutan bambu, dan kehidupan adat saling melengkapi.
Bagi wisatawan yang ingin memasukkan Penglipuran ke dalam paket tour bali, Tira Tour dapat membantu mengatur kunjungan sebagai bagian dari itinerary yang lebih lengkap.
FAQ
Di mana lokasi Desa Penglipuran?
Desa Penglipuran berada di Kabupaten Bangli, Bali. Lokasinya dapat dikombinasikan dengan perjalanan menuju Kintamani dan destinasi lain di Bali bagian tengah.
Apakah Desa Penglipuran cocok untuk anak-anak dan lansia?
Secara umum, cocok untuk berbagai usia karena aktivitas utamanya berupa berjalan dan menikmati lingkungan desa. Namun, beberapa area dapat memiliki permukaan yang tidak sepenuhnya rata.
Apakah Desa Penglipuran memiliki tiket masuk?
Ya. Pengunjung dikenakan tiket masuk, dan tarif dapat berubah. Sebaiknya konfirmasi harga terbaru sebelum berkunjung.



